Advertise Here

Politik

Nasional

Lipus

Daerah

Bandar Lampung

Minggu, 16 Agustus 2026

Bupati Dedi Irawan Kukuhkan Paskibraka Pesisir Barat 2026

    Agustus 16, 2026   No comments


PESISIR BARAT – Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan mengukuhkan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2026 di Lobby Teluk Stabas, Gedung Marga Sai Batin, Sabtu (15/08/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi para calon Paskibraka yang akan mengemban tugas mulia dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 di Lapangan Merdeka Labuhan Jukung.

Dalam sambutannya, Bupati Dedi Irawan menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh calon Paskibraka yang telah berhasil melalui berbagai tahapan seleksi hingga pendidikan dan pelatihan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, saya mengucapkan selamat kepada adik-adik yang terpilih. Kalian adalah putra-putri terbaik yang dipilih melalui seleksi yang ketat, disiplin tinggi, serta kerja keras yang tidak sebentar,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga merupakan amanah dan tanggung jawab besar. Para Paskibraka diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh disiplin, tanggung jawab dan semangat nasionalisme.

“Tugas utama kalian sudah di depan mata. Pada tanggal 17 Agustus nanti, kalian akan menjalankan misi mulia, yaitu mengibarkan dan menurunkan Sang Saka Merah Putih pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Pesisir Barat,” katanya.

Selanjutnya, Bupati juga memberikan sejumlah pesan kepada para Paskibraka. Pertama, agar senantiasa menjaga kesehatan dan stamina dengan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menjaga kondisi fisik dan mental, menjaga fokus, beristirahat yang cukup serta tidak lupa berdoa agar seluruh rangkaian tugas diberikan kelancaran.

Kedua, Bupati meminta para Paskibraka menanamkan jiwa nasionalisme. Menurutnya, pengukuhan bukan sekadar prosesi seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen dalam mencintai tanah air, bangsa dan daerah.

Selain itu, para Paskibraka juga diminta menjadi teladan di lingkungan masing-masing dengan menunjukkan nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan dan kekompakan yang telah diperoleh selama mengikuti pendidikan dan pelatihan.

“Jadilah teladan. Tunjukkan nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan dan kekompakan yang telah dipelajari selama masa pemusatan pendidikan dan pelatihan,” pesan Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Dedi Irawan turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pelatih, pamong, tim medis, panitia serta seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam membimbing dan menempa para calon Paskibraka Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2026.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan, doa dan kepercayaan kepada putra-putrinya untuk mengemban tugas negara tersebut.

Bupati berharap seluruh anggota Paskibraka dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, menjaga kekompakan dan mengharumkan nama Kabupaten Pesisir Barat.

“Mari kita bersama-sama berdoa, semoga Allah SWT memberikan kemudahan, kelancaran serta keberkahan dalam pelaksanaan upacara nanti. Selamat bertugas, jaga kekompakan dan harumkan nama Kabupaten Pesisir Barat,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Dedi Irawan secara resmi mengukuhkan para calon Paskibraka Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2026 yang akan bertugas di Lapangan Merdeka Labuhan Jukung pada 17 Agustus 2026.

Pengukuhan tersebut turut dihadiri staf ahli Bupati Kabupaten Pesisir Barat, unsur Forkopimda Lampung Barat dan Pesisir Barat, jajaran TP-PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, para pelatih, pamong dan tim medis Paskibraka. (Yubsir)

Kamis, 13 Agustus 2026

Kinerja Disporaparekraf Pesisir Barat Disorot, Pengelolaan Retribusi Pariwisata Labuhan Jukung Dievaluasi

    Agustus 13, 2026   No comments


PESISIR BARAT,– Kinerja Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporaparekraf) Kabupaten Pesisir Barat menjadi sorotan publik. Hal ini terkait pengelolaan retribusi pariwisata di Labuhan Jukung yang saat ini masih ditangani pihak ketiga.


Sorotan tersebut disampaikan gabungan media online, TV lokal, streaming, serta organisasi LPK dan KWRI menyikapi Perda Pesisir Barat Tahun 2026 tentang retribusi. Perda itu fokus pada optimalisasi sektor jasa, pengelolaan aset daerah, digitalisasi pemungutan, dan sinkronisasi peraturan menuju kemandirian fiskal.


Staf Bendahara Disporaparekraf, Hasan, mewakili Kepala Dinas Rena Novasari, S.H., M.M. menyebut target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2026 sebesar Rp200.000.000.


"Saat ini Agustus 2026, setoran wajib dari pengelola petugas pungutan retribusi pariwisata Labuhan Jukung dinyatakan telah lunas dibayarkan ke kas daerah," ujar Hasan, Rabu (13/8/2026).


Ia juga menjelaskan, petugas pemungut retribusi Labuhan Jukung saat ini berasal dari pihak di luar instansi pemerintah daerah yang mendapat Surat Keputusan (SK) penugasan dari kepala dinas terkait.


Saat ini dinas menetapkan setoran wajib Rp700.000 per hari Senin setiap minggu. Besaran itu disesuaikan dengan pendapatan retribusi di lokasi. SK penugasan pihak ketiga tersebut berlaku hingga tahun 2026.


Dalam hearing lintas komisi di DPRD Pesisir Barat beberapa waktu lalu, disepakati ke depan tidak ada lagi pihak ketiga sebagai petugas pungutan. Pengelolaan retribusi dan sewa lahan diharapkan kembali ditangani pegawai P3K di lingkungan Disporaparekraf agar lebih terukur dan terarah.


"Ini merupakan salah satu program unggulan pemerintah Pesisir Barat," kata Hasan.


Hal senada disampaikan Anggota Komisi II DPRD Pesisir Barat dari Partai Nasdem, Ellya Triskova, http://M.Sos.I. Berdasarkan pemantauan di lapangan, ia membenarkan bahwa pemungutan retribusi pariwisata Labuhan Jukung saat ini dikelola pihak di luar Disporaparekraf.


Mewakili Komisi II DPRD dan masyarakat Pesisir Barat, Ellya berharap Bupati Dedi Irawan segera mengambil langkah proaktif dan positif.


"Demi peningkatan PAD ke depan agar Kabupaten Pesisir Barat lebih maju dan berkelanjutan," ujarnya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari Bupati Pesisir Barat terkait rencana perubahan sistem pengelolaan retribusi tersebut. (Red)




Rabu, 12 Agustus 2026

HELAU Diaresiasi Kemendagri, Lampung Selatan Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri

    Agustus 12, 2026   No comments


Batam - Gerakan membangun lingkungan yang bersih, tertata dan berkelanjutan melalui Program HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul) membawa Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan meraih Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sumatra.

Penghargaan pada kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri tersebut diterima Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar yang diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rangkaian Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sumatra di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (12/8/2026).

Tak hanya plakat piala penghargaan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga memperoleh bantuan pemerintah senilai Rp1,5 miliar sebagai bagian dari apresiasi atas kinerja daerah dalam pengelolaan sampah dan peningkatan kualitas lingkungan.

Penghargaan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia bersama Kompas TV tersebut menjadi pengakuan atas upaya Kabupaten Lampung Selatan dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terpadu sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan.

Penilaian mencakup sejumlah aspek, mulai dari pengelolaan sampah, kualitas lingkungan hidup, hingga efektivitas program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Inovasi daerah juga menjadi salah satu nilai tambah dalam menghadirkan solusi lingkungan yang kreatif, kolaboratif dan berkelanjutan.

Capaian tersebut sekaligus memperkuat arah Program HELAU yang digaungkan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama. Program ini merupakan gerakan pembangunan terpadu berbasis gotong royong yang diarahkan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, tertata, aman sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati M. Syaiful Anwar mengatakan, apresiasi tersebut tidak hanya menjadi penghargaan atas capaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi dorongan bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk terus meningkatkan kinerja.

“Apresiasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat. Apa yang telah dilakukan melalui Program HELAU harus terus diperkuat dan dikembangkan,” kata Syaiful.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Lampung Selatan untuk memperkuat implementasi Program HELAU secara berkelanjutan, sehingga upaya menciptakan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman dan unggul dapat terus tumbuh dari tingkat masyarakat hingga menjadi bagian dari karakter pembangunan daerah. (Kmf)

Selasa, 11 Agustus 2026

Sambut HUT RI ke-81, BLBNEWSTV.ID Gelar Lomba Tari dan Permainan Rakyat di Wisata WPT Sukajadi: Meriahkan Kemerdekaan Sambil Lestarikan Budaya

    Agustus 11, 2026   No comments


KALIANDA – Semarak peringatan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa kian nyata di kawasan Wisata Way Pekon Tengah (WPT), Dusun Sukajadi, Desa Margacatur, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Media www.blbnewstv.id menggelar serangkaian perlombaan yang dibuka secara meriah dengan lomba tari untuk anak-anak, berlangsung penuh kegembiraan, Minggu (11/8/2026).


Dipimpin langsung oleh Pimpinan BLBNEWSTV.ID, Yoni, kegiatan ini tak hanya menjadi ajang kreativitas generasi muda, melainkan wujud syukur atas kemerdekaan sekaligus dukungan terhadap potensi wisata lokal yang asri di tengah hamparan persawahan.

Dalam sambutannya, Yoni menyampaikan bahwa perayaan kemerdekaan bukan sekadar seremonial, melainkan momen untuk kembali meneguhkan komitmen bersama.

"Menjelang Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 ini, kami bertekad tetap menyuarakan kebenaran, menjaga integritas, serta melayani masyarakat melalui jurnalistik yang bertanggung jawab. Lewat kegiatan sederhana seperti ini, kami ingin merawat semangat persatuan, melestarikan budaya bangsa, sekaligus mengajak masyarakat mencintai potensi wisata yang ada di lingkungan sendiri," ujar Yoni di hadapan peserta, orang tua, dan warga yang hadir.

Selain lomba tari yang memukau dengan gerakan luwes dan kostum berwarna-warni dari para peserta cilik, kemeriahan acara semakin lengkap dengan digelarnya lomba makan kerupuk dan lomba masuk paku dalam botol yang diikuti berbagai kalangan. Suasana terasa begitu hidup, penuh tawa dan sorak-sorai penonton yang antusias menyemangati para peserta.

Penyelenggaraan seluruh rangkaian perlombaan ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan hingga seluruh tahapan selesai dilaksanakan, guna memastikan seluruh warga dapat berpartisipasi dan menikmati kemeriahan perayaan kemerdekaan.

Keistimewaan acara ini terletak pada lokasinya yang langsung menyatu dengan alam Wisata WPT, membuat peserta maupun pengunjung seolah berwisata sekaligus menikmati keseruan perlombaan. Warga yang hadir pun tampak sangat antusias, saling berbagi kebahagiaan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana tumbuh kembang bakat anak, melestarikan permainan tradisional, serta mengenalkan lebih luas daya tarik Wisata Way Pekon Tengah sebagai destinasi keluarga yang asri dan menyenangkan.(Red)

Siapkan APBD 2027, Lima Prioritas Pembangunan Jadi Fokus Utama Pemkab Pesisir Barat

    Agustus 11, 2026   No comments


PESISIR BARAT - Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan Nota Pengantar Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pesisir Barat Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pesisir Barat, Senin (10/08/2026).

Rapat paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Pesisir Barat tersebut dihadiri Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan, Wakil Bupati Irawan Topani, S.H., M.Kn., pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan, insan pers serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Dedi Irawan menyampaikan bahwa penyampaian KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 merupakan bagian penting dari tahapan penyusunan APBD sebagai rencana keuangan tahunan daerah.

“Melalui rapat paripurna ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan Nota Pengantar KUA serta PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 sebagai bahan pembahasan bersama antara pemerintah daerah dan DPRD,” ujar Bupati.

Menurutnya, penyusunan KUA dan PPAS berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah serta menggunakan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019.

Bupati menjelaskan, dokumen KUA memuat gambaran kondisi ekonomi makro daerah, asumsi yang digunakan dalam penyusunan APBD, kebijakan pendapatan, kebijakan belanja, kebijakan pembiayaan serta strategi pencapaian target pembangunan daerah.

Sementara itu, dokumen PPAS disusun dengan memperhatikan skala prioritas pembangunan daerah, prioritas program, kegiatan dan subkegiatan masing-masing urusan pemerintahan yang diselaraskan dengan prioritas pembangunan nasional dan Pemerintah Provinsi Lampung.

Bupati menegaskan bahwa penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027 diarahkan untuk mendukung pencapaian visi pembangunan Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2025-2029, yaitu “Terwujudnya Pesisir Barat yang Sejahtera, Maju, Madani, dan Religius sebagai Destinasi Wisata Terdepan.”

Adapun tema pembangunan Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2027 adalah “Sinergi Pembangunan Infrastruktur, Ekonomi, SDM, Kehidupan Masyarakat dan Tata Kelola serta Pelayanan Publik.”

Tema tersebut menjadi landasan dalam memperkuat sinergi pembangunan antara Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah pusat.

Bupati kemudian menyampaikan lima prioritas pembangunan daerah Tahun 2027, yakni:

1. Pembangunan sumber daya manusia, khususnya bidang pendidikan dan kesehatan;
2. Penyediaan infrastruktur dasar secara penuh, terutama air bersih dan sanitasi yang baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan;
3. Penguatan konektivitas antarwilayah;
4. Peningkatan kualitas kehidupan masyarakat melalui ketersediaan lapangan kerja yang layak; dan
5. Penguatan institusi dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Selain itu, pemerintah daerah menetapkan sejumlah target makro pembangunan Tahun 2027, antara lain pertumbuhan ekonomi sebesar 4,75–5,45 persen, PDRB per kapita sebesar Rp39,00–41,69 juta, tingkat pengangguran terbuka sebesar 2,60–2,70 persen, tingkat kemiskinan sebesar 11,00–11,69 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 72,30–72,78, serta rasio Gini sebesar 0,250–0,247.

Bupati mengatakan, pencapaian target tersebut akan dilakukan melalui pendekatan penganggaran berbasis kinerja oleh seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat.

Dalam Nota Pengantar KUA dan PPAS tersebut, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan struktur anggaran yang meliputi pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah.

Jumat, 07 Agustus 2026

Bupati Dedi Irawan Serahkan Bantuan Korban Musibah Kebakaran di Tiga Pekon

    Agustus 07, 2026   No comments


PESISIR BARAT –Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak musibah kebakaran di Pekon Penggawa Lima Ilir dan Pekon Pajar Bulan, Kecamatan Way Krui, serta Pekon Way Jambu, Kecamatan Pesisir Selatan, Jumat (7/08/2026).

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus komitmen Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat untuk memberikan perlindungan dan dukungan kepada masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

Bantuan yang disalurkan berupa dana sosial, bantuan dana perumahan, serta bufferstock kebutuhan pokok. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para korban selama masa tanggap darurat sekaligus meringankan beban yang mereka hadapi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dedi Irawan menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam kepada seluruh warga yang terdampak kebakaran. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus hadir secara nyata, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi cobaan.

“Bantuan ini mungkin tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami para korban, namun kami berharap dapat sedikit meringankan beban serta menjadi penyemangat untuk bangkit kembali. Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat akan terus berupaya memberikan perhatian dan pendampingan hingga proses pemulihan dapat berjalan dengan baik,” ujar Bupati.

Selain menyerahkan bantuan, Bupati juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Masyarakat diminta rutin memeriksa instalasi listrik, penggunaan kompor, serta berbagai sumber api lainnya yang dapat memicu kebakaran di lingkungan rumah.

Bupati juga meminta perangkat daerah terkait untuk terus memperkuat koordinasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Bupati Dedi Irawan turut didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Barat, Herdi Wilismar, S.H., M.M., Kepala Dinas Sosial, pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Irhamuddin, S.K.M., M.M, Camat Way Krui Afriyansyah, S.Kom., M.M., Camat Pesisir Selatan Mirza Sahri, S.Pd.SD., serta Peratin Pekon Penggawa Lima Ilir dan Peratin Pekon Way Jambu.

Melalui penyaluran bantuan ini, Pemkab Pesisir Barat kembali menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan diharapkan terus menjadi kekuatan dalam mempercepat proses pemulihan, sehingga para korban dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.(aliyubsir)

Diarak di Atas Bade 24 Meter, Bupati Radityo Egi Bawa Mimpi Besar Balinuraga Jadi 'Penglipuran' Kedua pada 2027

    Agustus 07, 2026   No comments


Way Panji- Desa Balinuraga kembali menorehkan sejarah dalam pelaksanaan Ngaben Massal Terbesar di Indonesia, Jumat (7/8/2026). Di tengah ribuan masyarakat yang memadati jalannya prosesi sakral, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mendapat kehormatan langka diarak di atas bade setinggi sekitar 24 meter sebagai simbol penghormatan tertinggi masyarakat adat kepada pemimpin daerah.

Momen yang baru pertama kali terjadi itu bukan sekadar menjadi bagian dari prosesi budaya, tetapi juga menandai eratnya hubungan antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan masyarakat adat yang selama ini konsisten menjaga tradisi warisan leluhur.

Dari penghormatan tersebut lahir sebuah komitmen besar, menjadikan Balinuraga sebagai Desa Wisata Budaya pada tahun 2027 dengan konsep yang terinspirasi dari Desa Penglipuran di Bali.

Di hadapan masyarakat, Bupati Egi menyampaikan optimisme bahwa Balinuraga memiliki seluruh potensi untuk berkembang menjadi destinasi wisata budaya unggulan, selama masyarakat tetap menjaga kekompakan dan mempertahankan nilai-nilai yang selama ini menjadi kekuatan desa.

"Kalau kita sepakat, insyaallah tahun 2027 Balinuraga akan saya jadikan desa wisata seperti Desa Penglipuran di Bali. Syaratnya satu, masyarakat harus tetap kompak menjaga kebersihan, keamanan, keindahan, dan kelestarian budayanya," kata Egi.

Bagi Egi, pengalaman menaiki bade raksasa tersebut menjadi momen yang sangat berkesan. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti prosesi adat seperti itu dan merasakan langsung makna penghormatan yang diberikan masyarakat Balinuraga.

"Saya merasakan pengalaman yang luar biasa. Ini pertama kalinya saya mengikuti prosesi seperti ini. Perasaan saya campur aduk antara haru, bangga, dan bahagia. Saya sangat mengapresiasi masyarakat Desa Balinuraga yang terus menjaga tradisi dan budaya ini," ujarnya.

Menurut Egi, kekayaan budaya yang masih terpelihara, semangat gotong royong masyarakat, serta tingginya kepedulian terhadap adat istiadat merupakan modal besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya. Potensi tersebut dinilai tidak hanya mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas Kabupaten Lampung Selatan sebagai daerah yang kaya akan keberagaman budaya.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyatakan siap memberikan dukungan melalui peningkatan infrastruktur menuju desa, penataan kawasan, hingga penguatan ekosistem pariwisata.

Namun demikian, Egi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa wisata hanya dapat tercapai apabila seluruh masyarakat ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, keamanan, keindahan desa, dan kelestarian budaya.

"Kalau Balinuraga menjadi desa wisata, akses jalannya akan kita perbaiki, lingkungannya dipercantik. Tetapi pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ini harus menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat," tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Balinuraga semata, melainkan aset berharga Lampung Selatan yang memiliki nilai strategis sebagai daya tarik wisata sekaligus warisan yang harus dijaga lintas generasi.

Sementara itu, salah seorang panitia yang terlibat dalam pembangunan bade, Wayan Mantra, mengatakan bahwa keputusan mengarak Bupati Lampung Selatan di atas bade merupakan bentuk penghormatan tertinggi masyarakat adat kepada pemimpin daerah yang dinilai memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya.

"Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Bupati bersama jajaran kami arak di atas bade sebagai simbol penghormatan masyarakat adat sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Desa Balinuraga," ujar Wayan Mantra.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Ketua PHDI Provinsi Lampung Dr. I Nyoman Setiawan, Camat Way Panji Raden Permata Marga, serta tokoh agama dan pemuka adat setempat.

Perpaduan antara prosesi Ngaben Massal yang megah, penghormatan adat kepada kepala daerah, dan komitmen membangun desa wisata berbasis budaya menjadikan perhelatan tahun ini bukan hanya sebuah upacara keagamaan, tetapi juga titik awal lahirnya visi baru bagi Balinuraga.

Dari desa yang berhasil menjaga tradisi, Balinuraga kini menatap masa depan sebagai destinasi wisata budaya yang diharapkan mampu menjadi ikon baru Kabupaten Lampung Selatan. (Kmf)

Penerbit

PT. Intermedia Maju Bersama Email : redaksisibernusantara@gmail.com Contact Person : 0856-0918-5520 Alamat Redaksi: JL. Laksamana Malahayati nomor 88, Teluk Betung. Marketing Jalan Sultan Agung, Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandar Lampung

Tentang Kami

Siber Nusantara Portal Berita Online
© 2022 Siber Nusantara. Designed by Goodssh
Proudly Powered by Goodssh.