Advertise Here

Politik

Nasional

Lipus

Daerah

Bandar Lampung

Minggu, 05 Juli 2026

Kepala DPMPTSP Kabupaten Lampung Selatan Hadiri Dialog Otonomi Daerah

    Juli 05, 2026   No comments


Deli Serdang – Regulasi penataan tiang dan jaringan kabel internet menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam Dialog Otonomi Daerah pada rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) APKASI ke-26 yang berlangsung di IKM Hall, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.

Forum yang dihadiri para kepala daerah, KADIN Indonesia, Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL), serta sejumlah pemangku kepentingan itu mendorong lahirnya regulasi terpadu terkait penataan infrastruktur telekomunikasi di daerah.

Regulasi tersebut diharapkan mengatur perizinan, penataan jaringan fiber optik, penertiban tiang internet, hingga mekanisme retribusi. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan tata kelola infrastruktur telekomunikasi yang lebih tertib, aman, dan memberikan kepastian hukum bagi pemerintah daerah maupun penyelenggara jaringan.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Lampung Selatan, Rio Gismara yang mendampingi Bupati Lamsel Radityo Egi Pratama dalam forum tersebut mengatakan, hasil pembahasan akan menjadi referensi bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menyusun kebijakan penataan jaringan internet dan fiber optik.

"Forum ini memberikan banyak praktik baik yang dapat kami adaptasi, termasuk penerapan tiang bersama bagi provider. Ke depan kami akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR, BPPRD dan Satpol PP untuk menyiapkan langkah penataan melalui Peraturan Bupati maupun Peraturan Daerah," kata Rio.

Rio menambahkan, DPMPPTSP Lampung Selatan saat ini juga tengah memanggil perusahaan penyelenggara jaringan telekomunikasi untuk memastikan komitmen mereka dalam mendukung penataan jaringan kabel fiber optik di wilayah Lampung Selatan.

Melalui regulasi yang komprehensif dan pelaksanaan penertiban secara bertahap, pemerintah daerah berharap keberadaan tiang dan kabel internet dapat lebih tertata, mendukung keselamatan masyarakat, serta meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi di daerah dan tentu iklim investasi yang sehat. (Red).

Perkuat Kemandirian Fiskal Daerah, Bupati Radityo Egi Ikuti Dialog Otonomi Daerah pada HUT ke-26 Apkasi

    Juli 05, 2026   No comments

 


LAMSEL, Deli Serdang - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah terus diwujudkan melalui berbagai forum strategis tingkat nasional.

Salah satunya ditunjukkan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat mengikuti Dialog Otonomi Daerah dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), sebagai upaya memperkuat. kapasitas daerah dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah.

Dialog yang berlangsung di Convention Hall, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara, Kamis (2/7/2026), tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto.

Forum dialog tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian HUT ke-26 Apkasi yang mempertemukan para bupati dari seluruh Indonesia.

Selain mempererat sinergi antarpemerintah kabupaten, kegiatan itu juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai strategi penguatan otonomi daerah, peningkatan daya saing, hingga kolaborasi dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Dalam forum tersebut mengemuka bahwa pemerintah daerah dituntut semakin adaptif dan inovatif di tengah semakin terbatasnya ruang fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Kondisi tersebut mendorong setiap daerah untuk mampu mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD), meningkatkan efektivitas belanja, serta membangun berbagai bentuk kolaborasi antardaerah.

Bupati Radityo Egi Pratama, mengatakan Dialog Otonomi Daerah memiliki peran penting sebagai wadah bertukar gagasan sekaligus memperkuat sinergi antarpemerintah kabupaten dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.

"Apkasi menjadi ruang kolaborasi bagi pemerintah kabupaten untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat sinergi. Berbagai inovasi yang lahir dari forum ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan," ujar Bupati Egi.

Menurut Egi, penguatan jejaring antardaerah menjadi modal penting dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi, khususnya dalam meningkatkan kemandirian fiskal melalui optimalisasi potensi dan pengelolaan sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan.

Selama 26 tahun, Apkasi terus berperan sebagai wadah strategis bagi pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia dalam memperjuangkan aspirasi daerah, memperkuat kerja sama antardaerah, serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui keikutsertaannya dalam forum nasional tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap dapat memperluas jejaring kerja sama sekaligus mengadopsi berbagai praktik terbaik dari daerah lain guna mendorong pembangunan yang inovatif, berdaya saing, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Is-Kmf)

Selasa, 30 Juni 2026

Bupati Buka Turnamen Sepak Bola Bupati Cup II Pesisir Barat

    Juni 30, 2026   No comments


PESISIR BARAT –Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, membuka secara resmi Turnamen Sepak Bola Bupati Cup II Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2026 di Lapangan Merdeka Labuhan Jukung, Krui, Senin (29/6/2026).


Turut hadir dalam pembukaan turnamen tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, S.K.M., S.H., M.M., Ketua II dan Ketua III DPRD Kabupaten Pesisir Barat, unsur Forkopimda Pesisir Barat–Lampung Barat, para pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Ketua KONI Kabupaten Pesisir Barat, Ketua PSSI Kabupaten Pesisir Barat, para camat se-Kabupaten Pesisir Barat, peserta turnamen, insan pers, serta masyarakat.


Mengawali sambutannya, Bupati Dedi Irawan mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas terselenggaranya Turnamen Bupati Cup II sebagai salah satu agenda pembinaan olahraga sekaligus ajang mempererat kebersamaan masyarakat Kabupaten Pesisir Barat.


Bupati menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar pertandingan untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter melalui nilai-nilai disiplin, kerja sama, sportivitas, semangat juang, serta kebersamaan. Menurutnya, keberhasilan tidak diraih oleh individu semata, melainkan melalui kekompakan dan kerja sama tim yang solid.


"Melalui turnamen ini, kita berharap lahir atlet-atlet sepak bola berbakat yang mampu membawa nama baik Kabupaten Pesisir Barat di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional," ujar Bupati.


Bupati berharap Turnamen Bupati Cup II dapat menjadi wadah mempererat tali silaturahmi, membangun persaudaraan, sekaligus menjadi sarana pembinaan dan pengembangan bakat generasi muda di bidang sepak bola. Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga sebagai bagian dari upaya mencetak atlet-atlet berprestasi.


Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia penyelenggara, sponsor, aparat keamanan, perangkat pertandingan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga Turnamen Sepak Bola Bupati Cup II Tahun 2026 dapat terselenggara dengan baik.


Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, Bupati menilai penyelenggaraan turnamen ini turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran para pemain, ofisial, dan penonton menjadi peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang lokal untuk meningkatkan pendapatan. Karena itu, masyarakat diajak untuk mendukung UMKM dengan membeli produk-produk lokal yang dijual di sekitar lokasi pertandingan sebagai bentuk nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Kepada seluruh peserta, Bupati berpesan agar menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan fair play. Sementara kepada para wasit diharapkan memimpin pertandingan secara adil dan profesional, serta kepada suporter dan penonton diminta bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama turnamen berlangsung.


Pada kesempatan tersebut, Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Bupati Cup II Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2026. Pembukaan turnamen ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Bupati sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian pertandingan.


Usai seremoni pembukaan, laga perdana Turnamen Sepak Bola Bupati Cup II Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2026 mempertemukan Pamura FC menghadapi GCK FC. Pertandingan pembuka tersebut menjadi awal persaingan antartim dalam memperebutkan gelar juara Bupati Cup II Tahun 2026.


Melalui penyelenggaraan Turnamen Bupati Cup II Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat berharap semangat olahraga, persatuan, dan kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat. Selain itu, turnamen ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit pesepak bola potensial yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Pesisir Barat,(Aliyubsir) 

Kamis, 25 Juni 2026

Pemkab Pesisir Barat Rakor Percepat Penyusunan Perbup Pencegahan pernikahan Dini Dan Perlindungan Anak

    Juni 25, 2026   No comments


PESIBAR– Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat terus memperkuat upaya perlindungan anak dan pencegahan pernikahan dini melalui percepatan penyusunan Peraturan Bupati (PERBUP) tentang Pencegahan, Penanganan, dan Monitoring Perkawinan di Bawah Usia 19 Tahun. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (RAKOR) Lintas Sektor yang digelar di Ruang Rapat Batu Gukhi, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Pesisir Barat yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ir. Armand Achyuni.

Rakor dihadiri perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Direktur Perkumpulan Damar Lampung, Afrintina, S.H., M.H., serta tim dari Kreasi dan pihak terkait lainnya.

Dalam sambutan Bupati yang disampaikan oleh Asisten I, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan apresiasi kepada Perkumpulan Damar dan seluruh pihak yang selama ini telah berkolaborasi dalam meningkatkan kapasitas perempuan serta mendorong upaya pencegahan perkawinan anak di daerah.

Menurutnya, anak merupakan amanah sekaligus harapan masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, memperoleh pendidikan yang layak, serta memiliki kesempatan yang luas untuk meraih cita-cita. Pernikahan anak tidak hanya menjadi persoalan keluarga, tetapi juga berkaitan erat dengan masa depan generasi penerus.

Oleh sebab itu, penyusunan Peraturan Bupati ini menjadi langkah penting dalam memperkuat komitmen pemerintah daerah untuk melindungi hak-hak anak sekaligus membangun sinergi antara pemerintah, keluarga, masyarakat, tokoh agama, dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat berharap kegiatan ini dapat menghasilkan berbagai masukan dan rekomendasi terbaik sehingga regulasi yang disusun benar-benar mampu menjadi solusi nyata dalam menekan angka perkawinan anak serta memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi anak-anak di Kabupaten Pesisir Barat.

“Momentum ini menjadi wujud kepedulian bersama untuk menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita. Keberhasilan upaya perlindungan anak hari ini akan menjadi fondasi penting bagi kemajuan Kabupaten Pesisir Barat di masa yang akan datang,” ujar Asisten I saat membacakan sambutan Bupati.

Melalui rakor lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya regulasi yang berpihak pada kepentingan terbaik anak, sekaligus memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas.(Aliyubsir).

SPMB SD-SMP di Lampung Selatan Berjalan, Disdik Imbau Masyarakat Waspadai Calo dan Jasa Titipan

    Juni 25, 2026   No comments


KALIANDA - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Lampung Selatan yang dilakukan secara online dan real-time untuk jenjang SD dan SMP dipastikan berjalan lancar, transparan, serta mengedepankan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Seiring proses seleksi yang masih berlangsung, Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai praktik percaloan maupun tawaran "jasa titipan" yang menjanjikan kelulusan calon peserta didik.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Syaifulloh, menegaskan bahwa seluruh tahapan SPMB tahun ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus menutup ruang terjadinya maladministrasi dalam proses penerimaan siswa baru.

Berdasarkan data pusat kendali SPMB Dinas Pendidikan per 25 Juni 2026, distribusi kuota penerimaan jenjang Sekolah Dasar telah berjalan sesuai ketentuan. Sebanyak 475 SD di Kabupaten Lampung Selatan telah mengakomodasi kuota melalui Jalur Domisili sebesar 80 persen, Jalur Afirmasi 15 persen, dan Jalur Mutasi 5 persen.

Sementara itu, untuk jenjang SMP, proses pendaftaran melalui Jalur Domisili dan Afirmasi masih berlangsung hingga 26 Juni 2026. Adapun komposisi kuota yang diterapkan terdiri dari 40 persen Jalur Domisili, 20 persen Jalur Afirmasi, 35 persen Jalur Prestasi, dan 5 persen Jalur Mutasi.

Menurut Syaifulloh, integrasi sistem pendaftaran berbasis digital yang diterapkan tahun ini terbukti mampu memangkas birokrasi yang selama ini kerap menjadi keluhan masyarakat. Selain itu, pengaturan kuota yang proporsional juga dilakukan secara ketat guna memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang adil untuk mengakses pendidikan.

"Sehingga tidak akan terjadi ada sekolah yang kelebihan siswa dan tidak sesuai ketentuan, sementara ada sekolah lain yang kekurangan murid," kata Syaifulloh dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu percaya terhadap pihak-pihak tertentu yang menawarkan bantuan untuk meloloskan calon siswa melalui jalur tidak resmi, terlebih apabila disertai permintaan imbalan atau tarif tertentu.

Menurutnya, seluruh proses seleksi berlangsung secara terbuka dan dapat dipantau langsung oleh masyarakat melalui sistem yang telah disediakan.

Karena itu, segala bentuk praktik percaloan maupun penyalahgunaan kewenangan tidak memiliki ruang dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.

Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan bersama seluruh satuan pendidikan juga menyatakan komitmennya untuk menjaga integritas pelaksanaan SPMB agar tetap berjalan murni, bersih, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Segala bentuk pelanggaran, kecurangan, ataupun praktik percaloan yang ditemukan di lapangan akan ditindak tegas sesuai ketentuan undang-undang," tegas Syaifulloh.

Untuk menjamin keterbukaan informasi, masyarakat diimbau memantau perkembangan jurnal seleksi secara mandiri dan berkala melalui portal resmi SPMB. Selain itu, tim teknologi informasi dan layanan pengaduan juga disiagakan guna membantu masyarakat yang mengalami kendala teknis maupun validasi dokumen selama proses pendaftaran.

Syaifulloh juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi praktik tidak sehat selama pelaksanaan SPMB. Laporan dapat disampaikan melalui layanan Halo Lamsel di nomor 0821-2880-0800 atau secara langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan mengingatkan para orang tua dan wali murid agar menyikapi hasil seleksi secara bijak mengingat daya tampung setiap sekolah memiliki keterbatasan.

"Bagi para orang tua diharapkan tidak memaksakan diri agar putra-putrinya harus diterima di sekolah tertentu. Dinas Pendidikan menegaskan bahwa kualitas pendidikan di Kabupaten Lampung Selatan saat ini telah merata, sehingga semua sekolah memiliki standar mutu pelayanan yang sama baiknya," ujar Syaifulloh. (Kmf-Is)

Jumat, 19 Juni 2026

Bupati Lampung Selatan Apresiasi Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas

    Juni 19, 2026   No comments


LAMPUNG SELATAN - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas yang menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, sebagai narasumber utama di Aula Krakatau, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati Lampung Selatan, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para staf ahli bupati, asisten sekda, kepala OPD, camat, pimpinan BUMD, tokoh masyarakat, serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar nasional yang dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat literasi sejarah dan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas ini. Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas daerah dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda,” ujar Egi.

Menurutnya, sejarah memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Dengan memahami perjalanan masa lalu, masyarakat dapat mengambil nilai-nilai positif untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Sejarah adalah kompas pembangunan. Kita tidak boleh melupakan akar budaya dan jati diri daerah di tengah derasnya arus modernisasi. Melalui buku Babad Alas, kita diajak memahami perjalanan, perjuangan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu sebagai bekal membangun Lampung Selatan yang maju dan berkarakter,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa sejarah dan budaya merupakan fondasi penting dalam membangun bangsa yang kuat dan berdaya saing.

“Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber pembelajaran untuk menata masa depan. Buku Babad Alas menghadirkan narasi penting tentang perjalanan masyarakat dan nilai-nilai lokal yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Bima Arya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

“Pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur dan ekonomi. Kita juga harus memastikan bahwa identitas, budaya, dan nilai-nilai luhur bangsa tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya turut memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan sektor pendidikan dan pariwisata berbasis budaya di Lampung Selatan.

Menurutnya, kekayaan sejarah yang dimiliki daerah dapat menjadi modal besar untuk membangun kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan daya tarik wisata.

“Lampung Selatan memiliki potensi besar, baik dari sisi sejarah, budaya, pendidikan maupun pariwisata. Potensi ini harus terus dikembangkan secara terintegrasi. Dunia pendidikan memiliki peran penting dalam meneliti, mendokumentasikan, dan mengembangkan kekayaan sejarah serta budaya daerah agar menjadi sumber pengetahuan sekaligus daya tarik wisata yang bernilai tinggi,” ungkapnya.

Bima Arya menilai, daerah yang mampu menjaga dan mengangkat sejarahnya akan memiliki identitas yang kuat di tengah persaingan global.

“Ketika sejarah dan budaya dikemas melalui pendidikan, penelitian, dan pengembangan destinasi wisata, maka akan lahir nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya melihat Lampung Selatan memiliki modal besar untuk itu,” tegasnya.

Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menghasilkan kajian dan inovasi yang mendukung pembangunan berbasis kearifan lokal.

“Perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat harus berjalan bersama. Hasil kajian akademik harus menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan, termasuk pengembangan sektor pariwisata dan pelestarian budaya lokal,” tambahnya.

Seminar nasional tersebut turut diikuti akademisi dari Universitas Indonesia Mandiri (UIM), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Universitas An-Nur, Universitas Muhammadiyah Kalianda, serta STAI Yasba Kalianda. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas nilai historis, budaya, dan relevansi isi buku Babad Alas terhadap pembangunan daerah.

Melalui seminar ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap semangat literasi sejarah dan pelestarian budaya dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi inspirasi dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal. (Red)

Bedah Buku Babad Alas di Lampung Selatan, Bima Arya dan Bupati Radityo Egi Dorong Lahirnya Pemimpin Masa Depan

    Juni 19, 2026   No comments


LAMPUNG SELATAN - Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas karya Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, menjadi ruang berbagi pengalaman kepemimpinan sekaligus penguatan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (19/6/2026), dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, akademisi, mahasiswa, serta unsur Forkopimda.

Seminar tersebut mengupas isi buku Babad Alas yang memuat refleksi perjalanan Bima Arya selama satu dekade memimpin Kota Bogor. Melalui pendekatan ideologi, strategi, dan taktik pemerintahan, buku tersebut menawarkan berbagai pembelajaran mengenai kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, hingga pelayanan publik.

Turut hadir sebagai pengulas buku Feni Rosalia, Rektor Universitas Indonesia Mandiri, perwakilan Universitas Muhammadiyah Kalianda, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yayasan Pembangunan Kalianda, Universitas An-Nur, serta para mahasiswa dan akademisi.

Kegiatan dimoderatori Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa.

Menurut Egi, negara maju tidak hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kemampuan masyarakatnya dalam mengelola dan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.

Ia menilai, buku Babad Alas menyajikan banyak pelajaran berharga mengenai tantangan, dinamika, dan proses pengambilan keputusan yang dihadapi seorang pemimpin dalam menjalankan pemerintahan.

“Pengalaman yang tertuang dalam buku Babad Alas memberikan pelajaran bahwa perubahan tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian mengambil langkah, membangun kolaborasi, dan bekerja secara konsisten untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” ujar Egi.

Lebih lanjut, Egi mengajak mahasiswa dan civitas akademika untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto menjelaskan bahwa Babad Alas merupakan catatan perjalanan kepemimpinannya selama 10 tahun memimpin Kota Bogor yang berangkat dari semangat pemerintahan yang bersih dan melayani masyarakat.

Menurut Bima, ideologi kepemimpinan harus diterjemahkan ke dalam strategi yang tepat agar mampu menghasilkan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

“Pemimpin adalah agen harapan. Ideologi tanpa strategi tidak akan efektif. Harapan itu harus dicicil melalui kerja-kerja nyata dan dibangun bersama tim yang loyal, solid, militan, dan kompeten,” kata Bima.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama, terutama dalam pembenahan sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur, serta upaya memperkuat identitas daerah.

Melalui seminar nasional ini, diharapkan lahir berbagai gagasan, inspirasi, dan pembelajaran yang dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk membangun kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (Is-Kmf)

Penerbit

PT. Intermedia Maju Bersama Email : redaksisibernusantara@gmail.com Contact Person : 0856-0918-5520 Alamat Redaksi: JL. Laksamana Malahayati nomor 88, Teluk Betung. Marketing Jalan Sultan Agung, Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandar Lampung

Tentang Kami

Siber Nusantara Portal Berita Online
© 2022 Siber Nusantara. Designed by Goodssh
Proudly Powered by Goodssh.