Advertise Here

Politik

Nasional

Lipus

Daerah

Bandar Lampung

Jumat, 07 Agustus 2026

Diarak di Atas Bade 24 Meter, Bupati Radityo Egi Bawa Mimpi Besar Balinuraga Jadi 'Penglipuran' Kedua pada 2027

    Agustus 07, 2026   No comments


Way Panji- Desa Balinuraga kembali menorehkan sejarah dalam pelaksanaan Ngaben Massal Terbesar di Indonesia, Jumat (7/8/2026). Di tengah ribuan masyarakat yang memadati jalannya prosesi sakral, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mendapat kehormatan langka diarak di atas bade setinggi sekitar 24 meter sebagai simbol penghormatan tertinggi masyarakat adat kepada pemimpin daerah.

Momen yang baru pertama kali terjadi itu bukan sekadar menjadi bagian dari prosesi budaya, tetapi juga menandai eratnya hubungan antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan masyarakat adat yang selama ini konsisten menjaga tradisi warisan leluhur.

Dari penghormatan tersebut lahir sebuah komitmen besar, menjadikan Balinuraga sebagai Desa Wisata Budaya pada tahun 2027 dengan konsep yang terinspirasi dari Desa Penglipuran di Bali.

Di hadapan masyarakat, Bupati Egi menyampaikan optimisme bahwa Balinuraga memiliki seluruh potensi untuk berkembang menjadi destinasi wisata budaya unggulan, selama masyarakat tetap menjaga kekompakan dan mempertahankan nilai-nilai yang selama ini menjadi kekuatan desa.

"Kalau kita sepakat, insyaallah tahun 2027 Balinuraga akan saya jadikan desa wisata seperti Desa Penglipuran di Bali. Syaratnya satu, masyarakat harus tetap kompak menjaga kebersihan, keamanan, keindahan, dan kelestarian budayanya," kata Egi.

Bagi Egi, pengalaman menaiki bade raksasa tersebut menjadi momen yang sangat berkesan. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti prosesi adat seperti itu dan merasakan langsung makna penghormatan yang diberikan masyarakat Balinuraga.

"Saya merasakan pengalaman yang luar biasa. Ini pertama kalinya saya mengikuti prosesi seperti ini. Perasaan saya campur aduk antara haru, bangga, dan bahagia. Saya sangat mengapresiasi masyarakat Desa Balinuraga yang terus menjaga tradisi dan budaya ini," ujarnya.

Menurut Egi, kekayaan budaya yang masih terpelihara, semangat gotong royong masyarakat, serta tingginya kepedulian terhadap adat istiadat merupakan modal besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya. Potensi tersebut dinilai tidak hanya mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas Kabupaten Lampung Selatan sebagai daerah yang kaya akan keberagaman budaya.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyatakan siap memberikan dukungan melalui peningkatan infrastruktur menuju desa, penataan kawasan, hingga penguatan ekosistem pariwisata.

Namun demikian, Egi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa wisata hanya dapat tercapai apabila seluruh masyarakat ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, keamanan, keindahan desa, dan kelestarian budaya.

"Kalau Balinuraga menjadi desa wisata, akses jalannya akan kita perbaiki, lingkungannya dipercantik. Tetapi pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ini harus menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat," tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Balinuraga semata, melainkan aset berharga Lampung Selatan yang memiliki nilai strategis sebagai daya tarik wisata sekaligus warisan yang harus dijaga lintas generasi.

Sementara itu, salah seorang panitia yang terlibat dalam pembangunan bade, Wayan Mantra, mengatakan bahwa keputusan mengarak Bupati Lampung Selatan di atas bade merupakan bentuk penghormatan tertinggi masyarakat adat kepada pemimpin daerah yang dinilai memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya.

"Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Bupati bersama jajaran kami arak di atas bade sebagai simbol penghormatan masyarakat adat sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Desa Balinuraga," ujar Wayan Mantra.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Ketua PHDI Provinsi Lampung Dr. I Nyoman Setiawan, Camat Way Panji Raden Permata Marga, serta tokoh agama dan pemuka adat setempat.

Perpaduan antara prosesi Ngaben Massal yang megah, penghormatan adat kepada kepala daerah, dan komitmen membangun desa wisata berbasis budaya menjadikan perhelatan tahun ini bukan hanya sebuah upacara keagamaan, tetapi juga titik awal lahirnya visi baru bagi Balinuraga.

Dari desa yang berhasil menjaga tradisi, Balinuraga kini menatap masa depan sebagai destinasi wisata budaya yang diharapkan mampu menjadi ikon baru Kabupaten Lampung Selatan. (Kmf)

Bupati Lampung Selatan Hadiri Ngaben Massal di Balinuraga

    Agustus 07, 2026   No comments


LAMSEL, Way Panji - Ribuan warga memadati Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, saat prosesi puncak Upacara Pitra Yadnya atau Ngaben Massal berlangsung khidmat dan megah, Jumat (7/8/2026).

Di tengah lautan manusia yang mengiringi bade menuju setra, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, turut menyaksikan secara langsung kemegahan tradisi yang dikenal sebagai salah satu Ngaben terbesar di Indonesia.

Kehadirannya menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas daerah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Ngaben Massal Balinuraga bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga aset budaya yang memperkaya keberagaman dan memperkuat jati diri daerah.

Bupati Egi menegaskan bahwa keberlangsungan tradisi seperti Ngaben Massal merupakan kekuatan budaya yang harus terus dijaga bersama.

Menurutnya, kelestarian budaya hingga saat ini tidak terlepas dari komitmen masyarakat dalam merawat dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada setiap generasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Egi saat menghadiri sekaligus melepas prosesi pengarakan bade atau bale tajuk menuju Tempat Pemakaman Umum (Setra) sebagai rangkaian puncak pelaksanaan Ngaben Massal di Desa Balinuraga.

Turut mendampingi Bupati Egi, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Lampung Dr. I Nyoman Setiawan, Camat Way Panji Raden Permata Marga, Ketua PHDI Kabupaten Lampung Selatan Made Sugriwa, tokoh agama, tokoh adat, serta tamu undangan dan masyarakat dari berbagai daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Egi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Balinuraga yang dinilai berhasil menjaga sekaligus mewariskan adat dan budaya secara konsisten. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Ngaben Massal tidak terlepas dari kuatnya persaudaraan dan semangat gotong royong yang terus dipelihara masyarakat.

"Saya melihat sendiri bagaimana adat, budaya, dan semangat gotong royong terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Inilah kekayaan yang sangat berharga bagi Kabupaten Lampung Selatan yang harus terus kita jaga bersama," ujar Bupati Egi.

Ia menambahkan, Ngaben Massal bukan semata prosesi adat dan keagamaan, melainkan juga menjadi simbol persatuan masyarakat. Hal itu terlihat dari hadirnya keluarga peserta upacara yang datang dari berbagai daerah, seperti Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, hingga Pulau Bali.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Bupati Egi juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh keluarga peserta dan tamu yang hadir. Menurutnya, momentum tersebut menjadi ruang untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap warisan budaya bangsa.

"Kehadiran Bapak dan Ibu menjadi bukti nyata eratnya tali persaudaraan dalam menjaga warisan adat dan budaya yang kita banggakan. Desa Balinuraga telah menjadi tempat berkumpulnya keluarga besar, bukan hanya untuk melaksanakan upacara adat, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan yang telah terjalin sejak lama," katanya.

Sementara itu, Ketua PHDI Kabupaten Lampung Selatan, Made Sugriwa, menjelaskan bahwa Ngaben Massal tahun ini diikuti 270 sawa, terdiri atas 153 jenazah dewasa dan 117 jenazah anak-anak. Pelaksanaan kegiatan juga didukung sekitar 500 panitia dan relawan yang terlibat sejak tahap persiapan hingga puncak acara.

Menurut Made Sugriwa, penyelenggaraan Ngaben Massal tidak hanya membawa makna spiritual dan budaya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Selama rangkaian kegiatan berlangsung, diperkirakan 15.000 hingga 16.000 orang hadir di Desa Balinuraga, sehingga turut menggerakkan aktivitas usaha masyarakat, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Selama rangkaian kegiatan berlangsung, diperkirakan sekitar 15.000 hingga 16.000 orang hadir di Desa Balinuraga. Kehadiran ribuan pengunjung tersebut turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat," ujarnya.

Ia berharap penyelenggaraan Ngaben Massal pada periode berikutnya dapat didukung dengan penataan yang semakin baik, khususnya dalam penyediaan fasilitas bagi tamu dari luar daerah. Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa Ngaben Massal Balinuraga telah berkembang menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Lampung Selatan kepada masyarakat yang lebih luas.

Pelaksanaan Ngaben Massal Desa Balinuraga kembali menegaskan bahwa keberagaman budaya merupakan kekuatan yang menjadi identitas Kabupaten Lampung Selatan.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen terus mendukung pelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan. (Kmf)

Bukan di Bali, Ngaben Massal Balinuraga Memikat Turis Italia dan Puluhan Ribu Pengunjung

    Agustus 07, 2026   No comments


DISKOMINFO LAMSEL, Way Panji - Lautan manusia memenuhi Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (7/8/2026).

Sejak pagi, puluhan ribu masyarakat dari berbagai daerah tumpah ruah mengikuti puncak prosesi Ngaben Massal yang dikenal sebagai tradisi Ngaben terbesar di Indonesia.

Di tengah kerumunan itu, tampak pula seorang wisatawan asal Italia yang rela datang untuk menyaksikan secara langsung kekayaan budaya dan tradisi suci yang hanya dapat dijumpai di Indonesia.

Pemandangan tersebut menjadi gambaran bagaimana Ngaben Massal Balinuraga telah berkembang tidak hanya sebagai prosesi keagamaan umat Hindu, tetapi juga sebagai daya tarik budaya yang mampu mengundang perhatian masyarakat dari berbagai penjuru tanah air, bahkan hingga mancanegara.

Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan ribu orang memadati puncak Ngaben Massal 2026 di Desa Balinuraga. Mereka datang dari berbagai daerah di Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Jakarta, hingga Pulau Bali untuk menyaksikan prosesi sakral yang sarat nilai spiritual, gotong royong, dan persaudaraan.

Antusiasme itu juga dirasakan Mirco, wisatawan asal Italia yang mengaku selalu menyempatkan diri berkunjung ke Balinuraga setiap kali berada di Indonesia.

Setelah sebelumnya menyaksikan perayaan Ogoh-ogoh, tahun ini ia akhirnya berkesempatan melihat langsung prosesi Ngaben Massal.

"Saya senang berada di sini. Orang-orangnya ramah dan selalu tersenyum. Di Italia tidak ada tradisi seperti ini. Saya sangat mencintai budaya Indonesia," ujar Mirco.

Bagi Mirco, Ngaben Massal bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan pengalaman budaya yang memperlihatkan eratnya hubungan masyarakat dengan tradisi serta kuatnya nilai kebersamaan yang tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Kesan serupa juga datang dari Dewi, pengunjung asal Jakarta. Ia mengaku baru pertama kali menyaksikan langsung prosesi Ngaben Massal dan tidak menyangka tradisi tersebut juga dilaksanakan di Kabupaten Lampung Selatan.

"Awalnya saya pikir prosesi (ngaben) seperti ini hanya ada di Bali. Ternyata di Lampung Selatan juga ada dan menurut saya luar biasa. Budaya seperti ini sangat positif karena menunjukkan kebersamaan tanpa memandang perbedaan. Saya senang sekali bisa menyaksikannya secara langsung," ungkap Dewi.

Sementara itu, Artini, warga Nusa Penida, Bali, sengaja datang ke Balinuraga untuk mengikuti prosesi Ngaben Massal sekaligus mendoakan anggota keluarganya.

"Saya datang langsung dari Nusa Penida untuk mengikuti prosesi Ngaben Massal dan mendoakan saudara-saudara saya yang ada di sini," tuturnya.

Tidak hanya menarik perhatian pengunjung, pelaksanaan Ngaben Massal juga memberikan kemudahan bagi umat Hindu yang mengikuti prosesi tersebut. Hal itu disampaikan Wayan Sudarto, peserta asal Kabupaten Mesuji.

Menurutnya, pelaksanaan secara massal membuat prosesi menjadi lebih ringan, baik dari sisi biaya maupun pelaksanaan karena seluruh rangkaian telah dikelola oleh desa adat.

"Di sini masyarakatnya kompak. Prosesi Ngaben Massal sudah ditangani oleh desa adat sehingga kami merasa lebih mudah. Karena dilaksanakan secara massal, biayanya juga lebih ringan," kata Wayan.

Beragam testimoni dari pengunjung maupun peserta memperlihatkan bahwa Ngaben Massal Balinuraga telah melampaui makna sebagai tradisi adat semata. Prosesi ini menjadi ruang perjumpaan berbagai latar belakang masyarakat yang dipersatukan oleh penghormatan terhadap budaya, nilai kemanusiaan, dan semangat kebersamaan.

Kehangatan masyarakat, kekompakan warga, serta kemegahan prosesi yang berlangsung khidmat meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang hadir.

Dari warga sekitar, masyarakat lintas provinsi, hingga wisatawan mancanegara, semuanya menjadi saksi bahwa Balinuraga mampu menghadirkan sebuah tradisi budaya yang tidak hanya lestari, tetapi juga semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Lampung Selatan.

Ngaben Massal Balinuraga pun kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ikon budaya Indonesia yang mampu memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara kepada masyarakat luas. Lebih dari sekadar upacara keagamaan, tradisi ini menjadi jembatan yang mempererat persaudaraan sekaligus membawa nama Kabupaten Lampung Selatan semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. (Kmf)

Kamis, 06 Agustus 2026

Perbaikan Jalan RA Basyid Segera Dimulai, Pemkab Lampung Selatan Pastikan Mobilitas Warga Lebih Aman dan Nyaman

    Agustus 06, 2026   No comments


 Kalianda - Harapan masyarakat agar Jalan RA Basyid di Kecamatan Jati Agung segera diperbaiki kini mulai terjawab. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memastikan penanganan ruas jalan tersebut telah dipersiapkan dan akan segera memasuki tahap pelaksanaan.

Jalan yang menjadi salah satu akses utama penghubung Kabupaten Lampung Selatan dengan Kota Bandar Lampung itu dipastikan akan segera diperbaiki setelah anggaran penanganannya dialokasikan pada Tahun Anggaran 2026 dan proses kontrak pekerjaan telah selesai.

Selama beberapa waktu terakhir, kondisi Jalan RA Basyid menjadi sorotan masyarakat karena mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Lubang-lubang yang cukup dalam dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Bahkan, di beberapa lokasi warga memasang ban bekas sebagai penanda agar pengendara lebih waspada dan terhindar dari kecelakaan.

Sebagai jalur penghubung yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua, roda empat hingga kendaraan bertonase besar, ruas jalan tersebut memiliki tingkat mobilitas yang tinggi.

Kepadatan lalu lintas biasanya meningkat pada sore hari ketika masyarakat kembali dari tempat kerja maupun aktivitas lainnya, sehingga kondisi jalan yang rusak kerap menimbulkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran bagi pengguna jalan.

Menanggapi berbagai keluhan masyarakat tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan ruas jalan tersebut pada tahun 2026.

Hendry mengatakan, berdasarkan data yang diterima Dinas Kominfo dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan, penanganan jalan tersebut berada pada Ruas Jalan Karang Sari-Batas Bandar Lampung yang merupakan jalan kabupaten dengan Nomor Ruas 201 dan memiliki total panjang 4,47 kilometer.

Ia merinci, dari total panjang ruas jalan tersebut, sepanjang 450 meter berada dalam kondisi baik, 1.600 meter berkondisi sedang, 2.090 meter mengalami kerusakan ringan, dan 330 meter masuk kategori rusak berat.

"Pada Tahun Anggaran 2026 Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.130.985.584 untuk rehabilitasi ruas jalan tersebut dengan target penanganan sepanjang 750 meter menggunakan konstruksi AC-WC," ujar Hendry, Kamis (6/8/2026).

Lebih lanjut Hendry menyampaikan, pekerjaan rehabilitasi jalan itu kini telah memasuki tahapan pelaksanaan administrasi. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah menandatangani kontrak dengan penyedia jasa CV. Bintang Artha Nagendra melalui Nomor Kontrak 118/KTR/KONS-BM/DPUPR-LS/APBD/2026 tertanggal 30 Juli 2026.

"Saat ini penyedia jasa sedang melakukan persiapan untuk memulai pekerjaan di lapangan," kata Hendry.

Hendry memahami tingginya harapan masyarakat agar seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan dapat segera diperbaiki. Namun demikian, ia mengajak masyarakat memahami bahwa pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah saat ini harus melakukan penyesuaian skala prioritas sebagai dampak dari keterbatasan anggaran, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Karena itu, penanganan infrastruktur dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan ruas-ruas yang menjadi prioritas berdasarkan tingkat kerusakan, volume lalu lintas, serta manfaat bagi masyarakat.

"Keluhan masyarakat menjadi perhatian kami. Pemerintah tidak tinggal diam dan terus berupaya melakukan perbaikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang ada. Kami berharap masyarakat dapat terus mendukung agar pembangunan berjalan lancar. Dengan dimulainya perbaikan ini, semoga kondisi Jalan RA Basyid semakin baik sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih aman, nyaman, dan lancar," tutup Hendry. (Kmf)

Rabu, 05 Agustus 2026

Bupati Pesisir Barat Gandeng Anggota DPR RI Percepatan Pembangunan Infrastruktur

    Agustus 05, 2026   No comments


PESISIR BARAT – Upaya mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pesisir Barat terus dilakukan Bupati Dedi Irawan. Dalam pertemuan bersama Anggota DPR RI Komisi V, Mukhlis Basri, di Krui Wave, Rabu (5/8/2026),

Dedi memaparkan sejumlah program prioritas yang diharapkan mendapat dukungan pemerintah pusat. Pertemuan tersebut menjadi ajang koordinasi antara pemerintah daerah dan wakil rakyat di tingkat nasional guna mendorong realisasi pembangunan yang dinilai memiliki dampak besar bagi masyarakat.

Tiga usulan yang disampaikan meliputi pengembangan kawasan pendukung Pelabuhan Kuala, pembangunan Jembatan Gantung Way Haru, serta peningkatan ruas Jalan RS M. Thohir.

Menurut Dedi Irawan, keberadaan infrastruktur pendukung Pelabuhan Kuala sangat penting untuk mengoptimalkan fungsi pelabuhan sebagai pusat aktivitas ekonomi. Dengan fasilitas yang lebih memadai, distribusi barang diproyeksikan semakin lancar, sekaligus memperkuat sektor perikanan, perdagangan, dan pariwisata yang menjadi potensi unggulan Pesisir Barat.

Sementara itu, pembangunan Jembatan Gantung Way Haru diharapkan mampu mengatasi keterisolasian sejumlah wilayah. Jembatan tersebut akan membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari mengangkut hasil pertanian hingga menjangkau layanan pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat juga mengusulkan peningkatan kualitas Jalan RS M. Thohir. Ruas jalan tersebut dinilai memiliki peran strategis karena menjadi jalur menuju fasilitas kesehatan. Kondisi jalan yang lebih baik diharapkan mempercepat mobilitas masyarakat serta mendukung kelancaran pelayanan publik.

Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota DPR RI Komisi V Mukhlis Basri menyatakan apresiasinya terhadap langkah pemerintah daerah yang fokus pada pembangunan infrastruktur dasar. Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal usulan tersebut melalui koordinasi dengan kementerian dan instansi terkait agar dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Bupati Dedi Irawan optimistis kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, DPR RI, dan pemerintah pusat akan mempercepat terwujudnya berbagai program pembangunan. Ia meyakini sinergi yang kuat menjadi fondasi penting dalam meningkatkan konektivitas wilayah, kualitas pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat Tedi Zadmiko, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Mesrawan, Kepala Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja dan Perindustrian Muliana, serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian M. Belly Oscar.(aliyubsur)

Bupati Lampung Selatan Tinggalkan Aula, Pilih Bawah Flyover Natar untuk Lantik 12 Pejabat

    Agustus 05, 2026   No comments


LAMSEL, Natar - Ada pemandangan berbeda dalam pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (5/8/2026).

Jika biasanya prosesi digelar di aula pemerintahan atau gedung berpendingin udara, kali ini Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama memilih ruang terbuka di kawasan Pasar Natar, tepatnya di Underpass Flyover Kecamatan Natar.

Di tengah aktivitas pedagang buah, penjual makanan, dan arus kendaraan yang terus melintas, Bupati Egi melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan 12 pejabat pimpinan tinggi pratama hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP).

Suasana itu menjadi simbol bahwa birokrasi harus hadir, bekerja, dan memahami langsung kehidupan masyarakat.
Pelantikan tersebut juga memiliki makna tersendiri. Dari 12 pejabat yang diangkat menjadi pejabat definitif, hampir seluruhnya sebelumnya telah mengemban tugas sebagai pelaksana tugas (Plt) pada jabatan yang saat ini diduduki. Satu-satunya wajah baru dalam formasi tersebut adalah jabatan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menegaskan bahwa pemilihan lokasi pelantikan bukan sekadar menghadirkan suasana yang berbeda atau seremonial semata, melainkan sebagai pengingat bahwa setiap jabatan yang diemban harus berangkat dari realitas kehidupan masyarakat.

Menurutnya, pelantikan bukanlah bentuk apresiasi ataupun penghargaan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Tentu ini bukan hanya sebuah seremonial. Saya tidak ingin ini hanya menjadi sebuah apresiasi atau penghargaan, tetapi melahirkan tanggung jawab, melahirkan kewajiban bagaimana kondisi riil di tengah-tengah masyarakat," ujar Egi.

Egi mengatakan, seluruh penyelenggara pemerintahan, mulai dari kepala daerah, anggota DPRD hingga pejabat perangkat daerah, memperoleh amanah dari masyarakat dengan harapan mampu menghadirkan perubahan yang nyata.

Menurutnya, masyarakat menaruh ekspektasi besar terhadap pemerintah, baik untuk memperbaiki kehidupan mereka, lingkungan sekitar, maupun masa depan Kabupaten Lampung Selatan.

"Mereka memiliki ekspektasi tinggi, memiliki harapan tinggi terkait masa depan, memiliki aspirasi yang ingin berubah, baik itu dirinya sendiri, lingkungannya maupun kabupaten ini," kata Egi.

Bupati Egi bahkan mengajak para pejabat memaknai suasana Pasar Natar secara utuh. Aroma sampah dan aktivitas perdagangan yang mereka rasakan sebelum pelantikan, menurutnya, merupakan gambaran nyata kondisi yang setiap hari dihadapi masyarakat.

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak boleh menjaga jarak dengan rakyat. Sebaliknya, pemerintah harus berjalan bersama masyarakat, memahami kebutuhan, harapan, hingga kemampuan ekonomi mereka sebelum menyusun maupun menjalankan setiap kebijakan.

Egi juga mengingatkan bahwa kepastian penghasilan yang diterima aparatur sipil negara berbeda dengan kondisi para pedagang kecil yang menggantungkan rezekinya dari hasil jualan setiap hari.

"Kalau kita setiap bulan hak kita sudah pasti, gaji sudah pasti. Tapi lihat pedagang di depan kita, mereka belum tentu hari ini dapat rezeki, besok pun belum tentu. Nah, inilah yang harus menjadi nurani kita bersama, bahwa hati kita ada di mereka," ujarnya.

Mengakhiri arahannya, Bupati Egi mengingatkan seluruh pejabat agar memandang jabatan sebagai titipan yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali. Karena itu, setiap amanah harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Jabatan yang kita terima hari ini, besok bisa diambil. Maka manakala kita diberikan waktu titipan tersebut, pergunakanlah sebaik-baiknya, sebermanfaat-manfaatnya, seluas-luasnya. Ingat, setiap program yang saya minta harus melandaskan tiga aspek besar, yaitu tumbuh, berdampak, dan berkelanjutan," pesan Egi.

Adapun 12 pejabat yang dilantik yakni Mhd Dharma Kurniawan sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat, Agustinus Oloan sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, Djuanda sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Mugiyono sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Syaifulloh sebagai Kepala Dinas Pendidikan, dan dr. Nessi Yunita sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,
Kemudian, Iwan Chandra Gautama sebagai Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah, Sumantri sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Hendry Kurniawan sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Cahyadi sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Devi Arminanto sebagai Kepala Dinas Kesehatan, serta Alyasir sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.

Selain melantik pejabat definitif, Bupati Egi juga memberikan tugas tambahan kepada dua pejabat struktural sebagai Pelaksana Tugas (Plt), yakni Al Mardiyah sebagai Plt Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah serta Arif Surya Utama sebagai Plt Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah. (Mhr-Is)

Senin, 03 Agustus 2026

Bupati Pesibar Terima 119 Mahasiswa KKN Universitas Aisyah Pringsewu

    Agustus 03, 2026   No comments


PESISIR BARAT - Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat secara resmi terima dan lepas 119 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) yang akan melaksanakan pengabdian di enam pekon di Kecamatan Ngambur. Pelepasan dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Armen Qodar,  mewakili Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, di Lapangan Ngambur, Senin (3/08/2026).

Sebanyak 119 mahasiswa dari berbagai program studi akan melaksanakan KKN di Pekon Negeri Ratu Ngambur, Muara Tembulih, Gedung Cahya Kuningan, Ulok Mukti, Pekon Mon, dan Bumi Ratu sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Bupati Pesisir Barat, diwakili Armen Qodar menyampaikan apresiasi kepada Universitas Aisyah Pringsewu yang telah mempercayakan Kabupaten Pesisir Barat sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan.

Armen menjelaskan bahwa Kabupaten Pesisir Barat memiliki potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, perikanan, serta kekayaan budaya. Namun demikian, berbagai tantangan, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan pekon masih memerlukan kolaborasi seluruh pihak.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat berharap para mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mampu menjadi bagian dari gerakan bersama membangun daerah melalui gagasan, inovasi, dan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Armen menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini memprioritaskan percepatan penurunan stunting, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), digitalisasi pemerintahan pekon, ketahanan pangan, pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal, serta pemberdayaan UMKM. Mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi melalui observasi, identifikasi permasalahan dan potensi wilayah, serta penyusunan program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat.

“Di tengah berbagai keterbatasan, pembangunan tidak selalu dimulai dari anggaran yang besar, tetapi dari kepedulian, ide-ide yang baik, inovasi, dan semangat bekerja bersama. Kami yakin mahasiswa mampu menghadirkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Pesisir Barat,”

Ia juga berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater, menghormati adat istiadat masyarakat setempat, serta membangun komunikasi yang harmonis dengan pemerintah pekon dan masyarakat selama pelaksanaan KKN.

Penerbit

PT. Intermedia Maju Bersama Email : redaksisibernusantara@gmail.com Contact Person : 0856-0918-5520 Alamat Redaksi: JL. Laksamana Malahayati nomor 88, Teluk Betung. Marketing Jalan Sultan Agung, Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandar Lampung

Tentang Kami

Siber Nusantara Portal Berita Online
© 2022 Siber Nusantara. Designed by Goodssh
Proudly Powered by Goodssh.