Advertise Here

Politik

Nasional

Lipus

Daerah

Bandar Lampung

Jumat, 06 November 2026

Empat Hari Menuju Lamsel Fest 2026, Seluruh Lini Penyelenggaraan Dipastikan Siap

    November 06, 2026   No comments


LAMSEL, Kalianda - Empat hari menjelang pelaksanaan Lamsel Fest 2026, seluruh lini penyelenggaraan dipastikan telah siap mendukung kelancaran festival yang akan berlangsung di Kabupaten Lampung Selatan.

Berbagai kebutuhan, mulai dari teknis kegiatan, sarana dan prasarana, keamanan, kebersihan, hingga pelayanan pengunjung, telah dipersiapkan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Kepastian tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi finalisasi Lamsel Fest 2026 yang digelar di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (6/11/2026). Rapat ini menjadi bagian dari pengecekan akhir untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan telah siap sebelum festival dibuka pada 10 November mendatang.

Dalam rapat tersebut, masing-masing perangkat daerah menyampaikan perkembangan persiapan sekaligus memastikan dukungan terhadap rangkaian kegiatan.

Koordinasi lintas perangkat daerah juga dilakukan untuk menyelaraskan kebutuhan teknis, memperjelas tanggung jawab di lapangan, serta mengantisipasi potensi kendala selama festival berlangsung.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, selaku Ketua Panitia Pelaksana, menyampaikan bahwa secara umum persiapan Lamsel Fest 2026 telah berjalan dengan baik dan hampir seluruh kebutuhan penyelenggaraan telah terpenuhi.

Menurutnya, kesiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan acara, tetapi juga mencakup berbagai aspek pendukung yang berpengaruh langsung terhadap keamanan dan kenyamanan masyarakat.

"Secara umum, seluruh persiapan Lamsel Fest 2026 sudah berjalan dengan baik. Kami ingin memastikan setiap aspek penyelenggaraan benar-benar siap, mulai dari pengaturan lokasi kegiatan, keamanan, kebersihan lingkungan, kelancaran lalu lintas, hingga fasilitas pendukung. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian festival dengan aman, nyaman, dan lancar," ujar Hendry.

Lamsel Fest 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10-15 November 2026 di Lapangan Korpri, Kalianda, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Mengusung beragam kegiatan yang memadukan hiburan, seni budaya, olahraga, otomotif, dan pemberdayaan ekonomi lokal, festival ini disiapkan untuk menghadirkan pengalaman yang beragam bagi masyarakat.

Sejumlah agenda unggulan akan memeriahkan festival, di antaranya Pesta UMKM, Festival Musik, Drift Show, Pertunjukan Budaya Mancanegara, Panggung Budaya, Parade Budaya dan Rekor MURI 2.470 Lentera, Night Lava Run, hingga Fashion Show.

Ragam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan potensi daerah dan memperkuat identitas Kabupaten Lampung Selatan.

Kehadiran pelaku UMKM serta keterlibatan berbagai sektor ekonomi kreatif diharapkan membuka peluang usaha sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat selama festival berlangsung.

Dengan kesiapan berbagai unsur pendukung yang telah dikoordinasikan, Pemkab Lampung Selatan optimistis seluruh rangkaian Lamsel Fest 2026 dapat berjalan sesuai rencana. Masyarakat pun diajak untuk turut meramaikan festival dan menikmati berbagai kegiatan yang telah disiapkan. (Is-Kmf)

Sambut Lamsel Fest 2026, Gema HELAU Percantik Wajah Pusat Pemerintahan Lampung Selatan

    November 06, 2026   No comments


KALIANDA - Menjelang pelaksanaan Lampung Selatan Fest (Lamsel Fest) 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai memperkuat penataan lingkungan di kawasan pusat pemerintahan.

Melalui Gerakan Bersama (Gema) HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul), jajaran aparatur sipil negara (ASN) bergotong royong membersihkan dan merapikan kawasan kompleks perkantoran Pemkab Lampung Selatan, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut dipusatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari Lapangan Korpri hingga ruas jalan di depan Makodim 0421/Lampung Selatan dan lingkungan sekitarnya.

Penataan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menciptakan kawasan yang bersih, tertata, dan nyaman sebelum menjadi pusat aktivitas masyarakat selama Lamsel Fest yang akan berlangsung pada 10-15 November 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan Gema HELAU merupakan kegiatan rutin setiap Jumat yang tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan kerja, tetapi juga menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab bersama.

“Ini kegiatan rutin setiap hari Jumat. Sebenarnya, menjaga kebersihan sudah menjadi bagian dari keseharian teman-teman semua, khususnya ASN. Namun, kegiatan Jumat ini kita manfaatkan untuk melaksanakan korve atau kerja bakti bersama,” ujar Supriyanto.

Ia menegaskan, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui kerja bakti mingguan. Seluruh ASN di lingkungan Pemkab Lampung Selatan diharapkan menjadikannya sebagai kebiasaan dalam aktivitas sehari-hari.

Khusus pelaksanaan kali ini, perhatian diarahkan pada kawasan kompleks perkantoran Pemkab Lampung Selatan yang akan menjadi salah satu pusat kegiatan Lamsel Fest 2026.

“Kita fokuskan di area kompleks Pemda, mulai dari Lapangan Korpri sampai jalan depan Kodim dan sekitarnya. Ini juga dalam rangka menyambut perhelatan Lamsel Fest 2026 mendatang,” jelasnya.

Lamsel Fest 2026 sendiri digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Kabupaten Lampung Selatan. Lebih dari sekadar hiburan, festival tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, menikmati beragam pertunjukan, sekaligus mengenal potensi dan keunggulan daerah.

Perhelatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memberi ruang bagi kreativitas masyarakat, serta membuka peluang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

Karena itu, kesiapan kawasan penyelenggaraan turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Lingkungan yang bersih, hijau, dan tertata diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus kesan positif bagi pengunjung dari luar daerah.

Melalui Gema HELAU, Pemkab Lampung Selatan ingin memastikan semangat gotong royong tidak berhenti pada kegiatan rutin setiap Jumat, tetapi tumbuh menjadi budaya bersama dalam menjaga lingkungan.

Dengan demikian, kesiapan menyambut Lamsel Fest 2026 juga menjadi momentum untuk menghadirkan kawasan pusat pemerintahan yang lebih bersih, asri, dan nyaman bagi masyarakat.  (Is/kmf)

Kamis, 05 November 2026

Belum PHO Sudah Retak, Komisi II DPRD Sidak 4 Proyek Jalan PUPR Rp 4,7 Miliar di Pesisir Barat

    November 05, 2026   No comments

 


PESISIR BARAT – Belum diserahterimakan, empat proyek jalan Dinas PUPR Kabupaten Pesisir Barat, Lampung senilai Rp 4,7 miliar sudah mengalami kerusakan. Beton rigid retak memanjang, rabat beton pecah, dan pinggir jalan hancur.

Temuan itu terungkap saat Komisi II DPRD Pesisir Barat melakukan sidak, Rabu (4/11/2026).

Ketua Komisi II, Ellya Triskova, mengaku kecewa. Proyek yang belum memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO) itu sudah menunjukkan kerusakan.

"Ini belum diserahterimakan, belum dilewati truk, belum kena hujan panjang. Kalau baru lahir saja sudah retak, bagaimana nasibnya satu tahun ke depan? Masyarakat yang akan menanggung rugi," tegas Ellya.

Komisi II juga menyoroti dugaan material tidak sesuai spesifikasi. Pasir diduga bercampur tanah dan volume semen disinyalir tidak sesuai RAB.

"Pasir yang dipakai diduga bercampur tanah. Ini fatal. Kalau agregatnya kotor, daya rekat semen bisa terganggu. Semennya sendiri disinyalir volumenya tidak sesuai RAB," ungkap Ellya.

Menurutnya, temuan ini harus dijawab dengan pemeriksaan teknis terbuka, bukan sekadar ditambal.

Sekretaris Komisi II, Gusti Kadi Artawan, menegaskan jalan adalah aset publik yang harus tahan lama. Sementara anggota Komisi II, Riza Pahlevi, memastikan persoalan ini akan dibawa ke hearing.

"Besok kita hearing! Panggil semua. Kadis PUPR, Kabid Bina Marga, semua kontraktor, semua konsultan pengawas. Kita bedah satu per satu," tegas Riza.

Ia menegaskan tidak ada PHO untuk pekerjaan bermasalah.

"Tidak ada PHO untuk jalan retak. Tidak ada serah terima untuk pekerjaan asal jadi," tandasnya.

Komisi II juga meminta Dinas PUPR dan konsultan pengawas menjelaskan fungsi pengawasan selama pekerjaan berlangsung, termasuk apakah material sudah diperiksa dan mutu sudah diverifikasi.

Hingga berita ini diturunkan, keterangan resmi dari Dinas PUPR, kontraktor, dan konsultan. (Sir)

Rabu, 04 November 2026

Belajar dari Basarnas, Bupati Egi Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lampung Selatan

    November 04, 2026   No comments


LAMSEL, Natar - Kesiapsiagaan menghadapi bencana membutuhkan lebih dari sekadar personel yang sigap. Fasilitas yang terawat, peralatan yang tertata, serta manajemen operasional yang baik juga menjadi faktor penting dalam memastikan penanganan keadaan darurat berjalan cepat dan tepat.

Untuk memperkuat aspek tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meninjau Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Lampung di Jalan Branti Raya, Desa Bumisari, Kecamatan Natar, Rabu (4/11/2026).

Kunjungan tersebut dimanfaatkan Bupati Egi untuk melihat langsung standar pengelolaan fasilitas dan kesiapan operasional Basarnas Lampung, khususnya dalam mendukung tugas pencarian dan pertolongan saat terjadi keadaan darurat.

Dalam kunjungannya, Bupati Egi didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maturidi, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sefri Madian, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Alyasir, serta Camat Natar Eko Irawan.

Di lokasi, Bupati Egi meninjau sejumlah fasilitas penting, mulai dari ruang komunikasi hingga ruang penyimpanan peralatan SAR. Ia juga memeriksa kondisi, kebersihan, kelayakan, serta penataan perlengkapan untuk memastikan seluruh peralatan terpelihara dan siap digunakan sewaktu-waktu sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Dari hasil peninjauan tersebut, Bupati Egi mengapresiasi tata kelola fasilitas dan peralatan Basarnas Lampung yang dinilai tertib dan sistematis.

Menurutnya, standar tersebut dapat menjadi rujukan bagi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, terutama instansi yang bertanggung jawab dalam penanganan bencana dan kedaruratan.

"Penataan yang rapi dan kesiapan operasional untuk digunakan sewaktu-waktu seperti ini patut untuk dicontoh," ujar Bupati Egi disela-sela peninjauan.

Sebagai tindak lanjut, Bupati Egi secara khusus menginstruksikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lampung Selatan untuk mengadopsi pola penataan peralatan dan manajemen kesiapsiagaan yang diterapkan Basarnas Lampung.

Upaya ini diharapkan dapat mendorong pengelolaan fasilitas yang lebih tertib sekaligus memastikan perlengkapan operasional selalu dalam kondisi siap digunakan.

Melalui pembelajaran dari Basarnas, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berupaya memperkuat kesiapan perangkat daerah dalam menghadapi berbagai situasi darurat.

Dengan dukungan fasilitas yang terkelola baik, peralatan yang terpelihara, dan sistem operasional yang tertata, BPBD serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan diharapkan semakin responsif dalam memberikan pelayanan penanggulangan bencana demi keselamatan masyarakat. (Kmf)

Lamsel Fest 2026 Usung Konsep Baru: Spektakel Enam Hari dari Pesta UMKM, Atraksi Drift hingga Parade Budaya dan Night Lava Run

    November 04, 2026   No comments


Kalianda - Pesta UMKM, atraksi drift, parade budaya mancanegara, pemecahan rekor MURI melalui penyalaan 2.470 lentera, Night Lava Run, hingga konser musisi nasional akan menjadi bagian dari *Lamsel Fest 2026* yang berlangsung pada 10-15 November mendatang.

Mengusung tema *Spirit of Krakatoa*, festival terbesar di Kabupaten Lampung Selatan ini menghadirkan enam hari rangkaian kegiatan yang memadukan pemberdayaan UMKM lokal, otomotif, seni budaya, olahraga, dan musik dalam satu perhelatan.

Dipusatkan di Lapangan Korpri, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Lamsel Fest 2026 dikemas melalui empat agenda utama, yakni Pesta UMKM, Drift Show, Parade Budaya, dan Night Lava Run, yang dilengkapi berbagai kegiatan pendukung.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, selaku Ketua Panitia Pelaksana Lamsel Fest 2026 mengatakan seluruh rangkaian kegiatan Lamsel Fest 2026, mulai dari Pesta UMKM, Night Lava Run hingga konser musik, dapat dinikmati masyarakat secara gratis tanpa dipungut biaya tiket masuk.

“Lamsel Fest 2026 mengusung tema _Spirit of Krakatoa_ dengan menghadirkan empat agenda utama dan berbagai kegiatan pendukung. Masyarakat dapat menikmati beragam atraksi dan hiburan secara gratis,” ujar Hendry, Rabu (4/11/2026).

Lamsel Fest 2026 menjadi salah satu agenda yang memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Kabupaten Lampung Selatan.

Festival ini sekaligus dihadirkan sebagai kado ulang tahun bagi masyarakat, dengan menyuguhkan beragam hiburan serta memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk dan menampilkan kekayaan seni budaya daerah.

Tak sekadar menghadirkan kemeriahan, Lamsel Fest 2026 juga menjadi wadah promosi pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif, sekaligus membuka peluang bagi potensi lokal untuk semakin dikenal dan berkembang.

*Hari Pertama hingga Keenam: Pesta UMKM dan Seni Budaya Lokal*

Rangkaian Lamsel Fest 2026 akan diawali dengan Pesta UMKM yang berlangsung selama enam hari, mulai 10 hingga 15 November 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas.

Khusus bagi UMKM lokal Lampung Selatan, Pemkab Lampung Selatan menyediakan stan secara gratis tanpa biaya sewa. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memasarkan produk, memperluas jangkauan pemasaran, sekaligus menjangkau lebih banyak calon pembeli selama festival berlangsung.

Tidak hanya memberikan ruang bagi pelaku usaha, festival ini juga menjadi wadah bagi Dewan Kesenian Lampung Selatan, musisi lokal, serta kelompok seni budaya dari berbagai kecamatan untuk berekspresi dan menampilkan kreativitas mereka.

Kehadiran para pegiat seni tersebut diharapkan turut memperkaya rangkaian acara sekaligus memperkenalkan potensi seni dan budaya daerah kepada pengunjung.

Hendry mengatakan keterlibatan pelaku UMKM dan pegiat seni lokal menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Lamsel Fest 2026. Melalui festival ini, pemerintah daerah ingin memperluas kesempatan bagi produk lokal dan kreativitas masyarakat untuk dikenal publik.

“Lamsel Fest 2026 bukan hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga kesempatan bagi pelaku UMKM dan seniman lokal untuk menunjukkan potensi serta karya mereka. Kami ingin produk dan kekayaan seni budaya Lampung Selatan semakin dikenal, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Hendry.

*Hari Keempat: Atraksi Drift, Peluncuran Program, dan Konser Musik*

Memasuki Jumat (13/11/2026), kemeriahan festival berlanjut dengan *Drift Show* di Lapangan Korpri yang dijadwalkan mulai pukul 19.20 WIB. Pertunjukan ini akan menghadirkan sejumlah atraksi otomotif, termasuk penampilan Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden (UKP) Pariwisata, Zita Anjani.

Zita dijadwalkan mengendarai mobil dalam pertunjukan _solo drift_ dengan menampilkan manuver donat dan angka delapan. Atraksi tersebut juga akan melibatkan drifter nasional Akbar Rais bersama Vamella.

Tidak hanya menyuguhkan hiburan otomotif, hari keempat festival juga menjadi momentum peluncuran sejumlah program dan identitas daerah, yakni City Branding, Halo Lamsel, dan pemenang Desa HELAU. Peluncuran program tersebut dijadwalkan berlangsung setelah acara dibuka secara resmi oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.

“Kami akan meluncurkan program City Branding, Halo Lamsel, dan pengumuman pemenang Desa HELAU. Ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan berbagai inisiatif yang memperkuat pelayanan sekaligus memperkenalkan identitas Lampung Selatan,” kata Hendry.

Setelah rangkaian atraksi dan peluncuran program, pengunjung akan disuguhi penampilan Maskaryoo, Souljah, dan The Changcuters di panggung utama Festival Musik. Perpaduan otomotif, inovasi pelayanan, dan hiburan musik tersebut menjadi salah satu suguhan utama Lamsel Fest 2026.

*Hari Kelima: Parade Budaya Mancanegara dan Rekor MURI 2.470 Lentera*

Pada Sabtu (14/11/2026), perhatian pengunjung akan tertuju pada *Parade Budaya* yang menghadirkan perpaduan tradisi lokal dan pertunjukan seni budaya internasional.

Rangkaian kegiatan diawali dengan _riding scooter_ yang melibatkan sekitar 50 anggota komunitas Vespa. Mereka akan menempuh rute dari Lamban Rakyat menuju Kantor Bupati Lampung Selatan. Kegiatan ini dijadwalkan mulai pukul 16.30 WIB.

Selanjutnya, kemeriahan berlanjut dengan pertunjukan seni budaya internasional melalui kegiatan _International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts_ (CIOFF). Agenda ini melibatkan delegasi dari Korea Selatan, Rusia, Polandia, Bulgaria, dan Indonesia yang akan menampilkan kekayaan seni dan budaya masing-masing.

Memasuki acara utama sekitar pukul 19.40 WIB, parade akan menampilkan kekayaan budaya Lampung Selatan melalui partisipasi tujuh marga, parade umbul-umbul, delegasi empat negara, pertunjukan teatrikal, serta Tari Tuping.

Rangkaian tersebut juga akan diwarnai upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penyalaan 2.470 lentera yang melibatkan sekitar 2.500 peserta.

Hendry mengatakan, Parade Budaya menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan tradisi dan identitas daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Perpaduan budaya lokal dan internasional diharapkan menghadirkan pertunjukan yang berkesan sekaligus memperkuat daya tarik festival.

“Parade Budaya menjadi salah satu daya tarik utama Lamsel Fest 2026. Kekayaan tradisi daerah akan ditampilkan bersama pertunjukan budaya internasional, dengan melibatkan sekitar 2.500 peserta serta agenda pemecahan rekor MURI melalui penyalaan 2.470 lentera. Kami ingin menghadirkan pengalaman budaya yang berkesan,” kata Hendry.

Parade Budaya ini juga dijadwalkan dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Lampung, serta tokoh nasional lainnya.

Setelah rangkaian pertunjukan budaya, kemeriahan hari kelima akan berlanjut melalui Festival Musik yang menghadirkan Grupie, Dewa 19 Experience, dan Al Ghazali.

*Hari Keenam: Night Lava Run dan Malam Puncak*

Memasuki hari terakhir, Minggu (15/11/2026), Lamsel Fest 2026 akan menghadirkan kegiatan olahraga *Night Lava Run* dengan titik start dan finish di depan Kantor Bupati Lampung Selatan. Kegiatan ini dijadwalkan dimulai pukul 18.10 WIB.

Setelah seluruh peserta menyelesaikan rute lari, rangkaian acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dan pembagian _doorprize_.

Berikutnya, panggung Lamsel Fest 2026 akan menghadirkan Fashion Show dengan peraga perempuan dari kalangan masyarakat, bukan model profesional.

Mereka merupakan sosok yang sehari-hari berjuang mencari nafkah bagi keluarga. Kehadiran mereka diharapkan menginspirasi perempuan lain untuk tampil percaya diri dan berani menunjukkan potensi diri.

Malam puncak festival juga akan dimeriahkan oleh penampilan Hanaya, D'Masiv, Ndarboy, dan Nathalia Holscher. Seluruh rangkaian acara kemudian mencapai puncaknya melalui sambutan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama sekaligus prosesi _grand closing_.

Suasana penutupan akan semakin semarak dengan suguhan _special effect_ dan pertunjukan kembang api yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian Lamsel Fest 2026.

Di tengah beragam atraksi dan hiburan tersebut, Pesta UMKM juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Lamsel Fest 2026. Kehadirannya bukan sekadar melengkapi kemeriahan festival, tetapi juga membuka ruang interaksi antara pelaku usaha lokal dan pengunjung. Melalui kegiatan ini, produk-produk unggulan daerah diharapkan semakin dikenal, sekaligus membuka peluang transaksi dan memperluas pasar bagi pelaku UMKM.

Perpaduan atraksi otomotif, seni budaya, olahraga, musik, dan pemberdayaan ekonomi lokal menjadikan Lamsel Fest 2026 lebih dari sekadar perayaan hiburan. Dihadirkan sebagai kado bagi masyarakat, festival ini juga menjadi ruang promosi pariwisata dan penguatan ekonomi kreatif yang bertumpu pada potensi lokal Lampung Selatan.

Hendry Kurniawan menegaskan bahwa Lamsel Fest tidak hanya dirancang sebagai perhelatan sesaat. Festival tersebut akan terus dikembangkan menjadi agenda berkelanjutan untuk memperkuat daya tarik pariwisata daerah.

“Lamsel Fest 2026 tidak hanya menjadi perhelatan sesaat, tetapi akan terus dikembangkan sebagai agenda berkelanjutan untuk meningkatkan pariwisata Lampung Selatan. Kami ingin festival ini tumbuh semakin besar dan mampu sejajar dengan festival-festival unggulan lainnya di Indonesia,” kata Hendry.

Ia juga mengimbau masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat maupun hadir untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung. Menurutnya, dukungan dan kerja sama semua pihak menjadi penting agar Lamsel Fest 2026 berjalan lancar, tertib, dan aman hingga acara penutupan.

“Kami mengajak masyarakat dan seluruh pihak untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta kenyamanan selama Lamsel Fest 2026 berlangsung, sehingga seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan dapat dinikmati bersama,” pesan Hendry. (KMF)

Rabu, 28 Oktober 2026

Bupati Pesisir Barat Letakan Batu Pertama Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

    Oktober 28, 2026   No comments


Pesisir Barat - Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang berlokasi di Kompleks Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kuala Stabas, Kelurahan Pasar Kota, Rabu (28/10/2026).

Pembangunan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penyediaan kawasan nelayan yang lebih tertata, produktif, dan didukung fasilitas yang memadai.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Ahmad Yani, yang disebut mewakili pihak kementerian, para penyuluh perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pesisir Barat, Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., M.H., serta Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 944/Raja Saibatin Sakti (RSS), Mayor Inf. Ruddy Setyadi Alfista, S.ST., HAN., S.IP.

Hadir pula anggota DPRD Kabupaten Pesisir Barat, Ikam Mulhak, serta para pejabat manajerial dan nonmanajerial di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Dedi Irawan menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia serta seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Pesisir Barat.

Menurutnya, Kabupaten Pesisir Barat memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar. Sektor tersebut menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat sekaligus sumber penghidupan bagi banyak keluarga nelayan.

Oleh karena itu, pengembangan kawasan nelayan perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai agar aktivitas perikanan dapat berjalan lebih optimal serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat pesisir.

Bupati mengatakan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap pembangunan ini tidak hanya menghadirkan fasilitas yang lebih baik, tetapi juga menciptakan kawasan nelayan yang tertata, nyaman, produktif, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Melalui program ini, kita ingin agar aktivitas perikanan semakin baik, produktivitas meningkat, dan masyarakat nelayan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa peletakan batu pertama tersebut merupakan awal dari proses pembangunan yang harus dikawal bersama agar pelaksanaannya berjalan sesuai dengan rencana.

Ia berpesan kepada pihak pelaksana agar mengutamakan kualitas pekerjaan, memperhatikan keselamatan kerja, serta memastikan seluruh tahapan pembangunan dilaksanakan tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepada masyarakat, khususnya para nelayan, Bupati mengajak untuk mendukung proses pembangunan serta menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang nantinya tersedia dengan sebaik-baiknya.

Lebih lanjut, ia berharap Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menjadi kawasan dengan fasilitas yang memadai, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi, memperkuat semangat gotong royong, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan dimulainya pembangunan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat berharap Kampung Nelayan Merah Putih dapat berkembang menjadi kawasan perikanan yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung penguatan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu potensi unggulan Daerah.(sir)

Senin, 26 Oktober 2026

Kapolres Pesisir Barat Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Krakatau 2026

    Oktober 26, 2026   No comments


PESISIR BARAT – Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., M.H., memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Krakatau 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Apel Mapolres Pesisir Barat, Senin (26/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pesisir Barat serta personel yang terlibat dalam pelaksanaan operasi.

Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan personel dan sarana prasarana dalam mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026, guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Operasi Patuh Krakatau 2026 berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Selama pelaksanaan operasi, jajaran kepolisian akan mengedepankan upaya edukasi, sosialisasi, tindakan preventif, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa apel gelar pasukan merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam pelaksanaan operasi.

Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan disiplin berlalu lintas, baik bagi personel Polri maupun masyarakat, guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

“Melalui Operasi Patuh Krakatau 2026, kami mengimbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, serta mengutamakan keselamatan saat berkendara,” ujarnya.

Kapolres berharap pelaksanaan operasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas sehingga tercipta situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di wilayah Kabupaten Pesisir Barat.

Dengan dilaksanakannya apel gelar pasukan tersebut, Polres Pesisir Barat menyatakan kesiapan untuk melaksanakan Operasi Patuh Krakatau 2026 secara optimal, demi mewujudkan budaya tertib berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Pesisir Barat.(sir)

Penerbit

PT. Intermedia Maju Bersama Email : redaksisibernusantara@gmail.com Contact Person : 0856-0918-5520 Alamat Redaksi: JL. Laksamana Malahayati nomor 88, Teluk Betung. Marketing Jalan Sultan Agung, Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandar Lampung

Tentang Kami

Siber Nusantara Portal Berita Online
© 2022 Siber Nusantara. Designed by Goodssh
Proudly Powered by Goodssh.